Translate

Rabu, 16 September 2015

Tips dan Trik Menuju Hidup Sukses - RevolusiUnix.Com

Percaya atau tidak, sikap kita adalah cermin masa lampau kita, pembicara kita di masa sekarang dan merupakan peramal bagi masa depan kita. Maksudnya apa ? Ya, bahwa kondisi masa lalu, sekarang dan masa depan kita dapat tercermin dari bagaimana sikap kita sehari-hari. Camkan satu hal, sikap kita merupakan sahabat yang paling setia, namun juga bisa menjadi musuh yang paling berbahaya.
Bagaimana sikap mental kita adalah sebuah pilihan; positif ataukah negatif.
W.W. Ziege pernah berkata.”Tak akan ada yang dapat menghentikan orang yang bermental positif untuk mencapai tujuannya. Sebaliknya, tak ada sesuatupun di dunia ini yang dapat membantu seorang yang sudah bermental negatif.
Jika kita seorang yang berpikiran positif, kita pasti mampu menghasilkan sesuatu. Kita akan lebih banyak berkreasi daripada bereaksi. Jelasnya, kita lebih berkonsentrasi untuk berjuang mencapai tujuan-tujuan yang positif daripada terus saja memikirkan hal-hal negatif yang mungkin saja terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kehidupan dan kebahagiaan seseorang tidaklah bisa diukur dengan ukuran gelar kesarjanaan, kedudukan maupun latar belakang keluarga. Yang dilihat adalah bagaimana cara berpikir orang itu. Memang kesuksesan kita lebih banyak dipengaruhi oleh cara kita berpikir.
Ingat perkataan Robert J. Hasting, “Tempat dan keadaan tidak menjamin kebahagiaan. Kita sendirilah yang harus memutuskan apakah kita ingin bahagia atau tidak. Dan begitu kita mengambil keputusan, maka kebahagiaan itu akan datang”.
Dengan bersikap positif bukan berarti telah menjamin tercapainya suatu keberhasilan. Namun, bila sikap kita positif, setidak-tidaknya kita sudah berada di jalan menuju keberhasilan. Berhasil atau tidaknya kita nantinya ditentukan oleh apa yang kita lakukan di sepanjang jalan yang kita lalui tersebut.
Dari beberapa buku yang saya baca beberapa tips berikut terbukti cukup membantu. Cobalah untuk menjalankan kegiatan-kegiatan berikut ini sebanyak mungkin dalam hidup kita. Sebagaimana untuk mencapai hal-hal lainnya, untuk menjadi seorang yang berpikiran positif, prosesnya harus dilakukan secara terus-menerus :
1. Pilihlah sebuah kutipan yang bernada positif setiap minggunya dan tulislah kutipan tadi pada selembar kartu berukuran 3 x 5. bawalah kartu tadi setiap hari selama seminggu. Baca dan camkanlah kutipan tadi secara berkala dalam sehari dan jadikan afirmasi, misalnya di meja kerja Anda, di dashboard mobil, atau di cermin kamar mandi. Jadikanlah setiap kutipan tersebut bagian pemikiran Anda selama seminggu itu.

Contoh :

“Seorang pemimpin yang baik adalah yang bisa membesarkan semangat dan harapan-harapan kepada anak buahnya.” (Napoleon Bonaparte). “Hari ini saya ingin menolong orang sebanyak mungkin” (Harry Bullis)
2. Pilihlah seseorang yang dalam hidup Anda yang Anda anggap berpikiran negatif. Cobalah cari hal-hal yang positif dalam diri orang itu dan ubahlah pikiran-pikiran negatif Anda mengenai orang tersebut dengan hal-hal positif tadi. Sebagai orang beragama, tolong doakan pula orang tersebut dengan hal-hal positif tadi dan mohonlah agar Tuhan menolongnya.
3. Pilih satu hari istimewa dalam seminggu dan jadikanlah hari itu sebagai “hari 10″. Bangunlah pada pagi hari dan yakinlah bahwa setiap orang yang akan Anda temui bernilai “10″, dan perlakukanlah mereka secara demikian. Anda pasti akan heran sendiri melihat tanggapan yang akan Anda peroleh dari orang-orang yang selama ini Anda anggap remeh.
4. Tandai suatu hari dalam seminggu sebagai “hari berpikiran positif.” Hapuslah kata-kata “tidak dapat,” “tidak pernah,” atau kata-kata lain yang senada, usahakan agar Anda menemukan cara untuk mengatakan apa yang bisa Anda lakukan.
5. Paling tidak sekali dalam seminggu, carilah suatu kesempatan untuk bisa memberi kepada orang lain dengan tulus. Lakukanlah suatu yang khusus pada suami/istri ataupun anak-anak Anda. Berbuatlah suatu kebaikan pada seseorang yang belum Anda kenal.
Siapa yang ingin sukses ?

Kuncinya jangan pernah sekali-kali berpikiran negatif !

Buang jauh-jauh hal-hal negatif; juga kalimat-kalimat negatif dari pikiran Anda !
Jangan pernah ada lagi kalimat-kalimat seperti :

“Pasti gagal;

Kami belum pernah melakukannya;

Kami tak sanggup melakukannya;
Saya belum siap melakukannya;
Itu bukan tanggung jawab kami; dan sebagainya”.

Selamat mencoba, dan ………………………………………….

SEMOGA sukses senantiasa bersama kita yang selalu berusaha maksimal

menggapainya.
Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum, sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan untuk mengubah hari gelap menjadi terang. (anonym)Harta yang paling menguntungkan ialah SABAR. Teman yang paling akrab adalah AMAL. Pengawal peribadi yang paling waspada DIAM. Bahasa yang paling manis SENYUM. Dan ibadah yang paling indah tentunya KHUSYUK. (anonym)
Kita lahir telanjang, orang tua dan orang-orang disekeliling kita yang membungkus kita dengan pakaian. Hal itu menunjukan, Allah SWT menciptakan kita tanpa bungkusan apa-apa. Perjalanan kehidupan kita di dunia yang membuat kita membungkus semua hal dengan bungkusan yang kadang-kadang penuh kepalsuan.
“Mengapa kita berpakaian?” Jika pertanyaan itu ditujukan pada anak-anak kita ketika mereka masih berusia satu atau dua tahun, mereka akan menjawab “supaya tidak sakit!”. Karena itu ajaran yang selalu kita tekankan. Jika mereka usai mandi, lalu berlari ke luar kamar mandi, kadang langsung ke depan tv di ruang tamu.
Kita yang sudah menyiapkan pakaian mereka bergegas menyusul. Biasanya anak-anak kita ini langsung asyik menonton film kartun tanpa memperdulikan handuk yang sudah tidak membungkus tubuh mereka. Setengah kesal biasanya kita akan berkata “ Ayo nak, kemari pakai pakaian dulu, nanti masuk angin bisa sakit!”
Tapi ketika anak-anak kita meulai beranjak keluar dari masa balitanya, kita kemudian menekankan mengapa harus pakai baju supaya tidak malu. Dengan memberikan pengertian seperti itu Anak-anak kita pun kemudian jika ada tamu tidak akan berani keluar, bila mereka hanya mengenakan singlet dan celana dalam saja.

Seiring bertambahanya usia, banyak hal yang kita pelajari. Berpakaian yang menutup tubuh saja tidak cukup. Pakaian diperlukan tetapi juga harus bersih dan kondisinya baik. Lalu pertimbangan kenyamanan bahan baju. Lalu ke tingkat yang tidak terlalu perlu tapi selalu dipertimbangkan, yaitu mode. Apakah baju ini sesuai dengan trend?
Apa yang tidak terlalu perlu, bisa terbalik menjadi yang paling menentukan. Ketika kita membeli baju, mungkin trend mode yang menjadi penentu. Fungsi baju sebagai penutup agar sopan dan tidak sakit sudah tidak menjadi pertimbangan utama.
Padahal baju hanyalah sepotong perhiasan fisik yang takan akan kita bawa serta saat waktu pulang tiba. Namun kehidupan di dunia membuat kadang kita lupa akan arti pakaian yang sesungguhnya. Dimata Allah SWT, jangankan merk baju perbedaan warna kulit saja tidak berarti apa-apa.
Pernahkah kita merenungkan pakaian kehidupan yang sesungguhnya? Yang tak akan lekang di tinggal trend? Senyum penuh kasih yang memberi kehangatan setiap hati, kasih sayang tulus yang memberi kenyamanan setiap insan, perhatian yang tak putus menghidupkan harapan setiap individu dan iman setiap nurani menjadi kunci pembuka pintu surga.
Itulah pakaian kehidupan yang sesungguhnya yang memberikan kehangatan bukan hanya pada hati kita tapi juga pada hati orang-orang disekeliling kita. Bukalah jendela hati kita lebar-lebar, biarkan kehangatan yang dipancarkan menembus setiap jendela hati yang juga mau terbuka. Ketika kehangatan, kenyamanan dan ketenangan memenuhi setiap hati, maka aroma kedamian akan tersebar di seluruh sudut dunia.
Dan itu bisa kita mulai dari hati kita. Satu pelita hati menyala pasti akan memberi sedikit cahaya. Tapi jika ratusan, ribuan atau jutaan pelita hati yang menyala tidak hanya menghangatkan tapi juga akan menerangi. Pada saat itulah segala kegelapan akan sirna dan tak akan kembali karena pelita-pelita lain siap menyala dan menghangatkan. Tanggalkan semua pakaian yang penuh kepalsuan, sudah saatnya kita mengenakan pakaian kehidupan yang sesungguhnya. Pakaian kehidupan yang layak di mata sang Pencipta.
Michaelangelo adalah seorang seniman besar. Salah satu karya terbesarnya telah menghiasi langit – langit Sistine Chapel dan dikagumi setiap orang sepanjang masa. Namun tidak semua orang mengetahui betapa keras usahanya dalam menghasilkan maha karya tersebut.
Maka dia berkata, “Jika seandainya orang – orang tahu betapa tersiksanya saya selama 4 tahun saat melukis atap Sistine Chapel sambil berbaring, mereka tidak akan kaget melihat hasil seperti ini.”
Sebuah pelajaran menarik, mitra bisnis, dimana kita harus selalu bersedia membayar harga yang pantas untuk suatu hasil yang luar biasa pula. Anda bisa lihat para superstar, mereka yang paling laris, paling cantik, paling sexy, dan paling digemari adalah mereka yang paling banyak juga berolah raga, berlatih, menjalani diet ketat, dan mati – matian mempertahankan kondisi puncaknya demi mempertahankan kesuksesan yang telah diraih dengan susah payah.
Demikan pula hakikat sukses dalam hidup kita. Tiap kesuksesan yang datang menuntut kerja keras, usaha, latihan, dan perjuangan yang tidak main – main. Anda tidak bisa menghindarinya, itu adalah harga dari sebuah kesuksesan yang selalu anda inginkan. Setiap orang yang meraih sukses luar biasa selalu juga memberian usaha yang luar biasa, kesungguhan yang luar biasa, perjuangan yang keras, sebelum akhirnya datang satu kesuksesan membuat mereka dikenang sepanjang masa.
Kalau anda ingin menghasilkan kesuksesan yang luar biasa, mengapa anda tidak mau berusaha lebih keras dari yang lainnya? Kesuksesan tidak pernah datang dengan mudah dan murah! Anda selalu harus membayar penuh harganya, menebusnya dengan perjuangan anda.
Selama berusaha anda akan mengalami berbagai hal. Mungkin anda akan ditolak. Mungkin anda akan jatuh terpuruk dulu. Mungkin anda akan gagal berulang – ulang dan terus – menerus juga. Tapi kemauan anda untuk terus maju dan mencoba lagi pada ahirnya akan selalu memberikan hasil yang luar biasa.Sukses tidak pernah jatuh dari langit, maka andalah yang harus mendaki tangga hingga sampai ke langit dan meraih sukses otu dengan tangan anda sendiri.
Tidak ada sukses yang bisa anda raih tanpa anda usahakan. Tidak ada sukses yang datang tanpa anda membayarnya dengan kerja keras. Dan anda harus selalu membayarnya di depan! Anda harus BERUSAHA DULU barulah bisa sukses. Tidak bisa sebaliknya, dan pembayaran atas sukses ini tidak bisa dicicil separuh – separuh! Anda harus membayar dengan penuh setiap hari, sampai apa yang anda idam – idamkan ada di tangan anda.
Mitra bisnis, Stephen King Sang penulis thriller kondang pernah berkata juga, “Yang membedakan kegagalan dengan kesuksesan adalah kerja keras, dan kerja keras itu yang akan membawa kesuksesan dalan hidup”. Maka bagaimana dengan anda hari ini, sudahkah anda membayar harga kesuksesan yang harus anda bayar hari ini dengan penuh?

Semoga Bermanfaat dan Memberi Inspirasi Umat, Amien